Seri Kepemimpinan Nehemia: Pemimpin Yang Bertanggung-Jawab

0
20

Oleh: Yerry Tawalujan

 

 

 

Nehemia 7:1-2  “Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu. Lalu diangkatlah penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi.”

“Pengawasan atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima benteng, karena dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Allah lebih dari pada orang-orang lain.”

 

Pembangunan kembali tembok kota Yerusalem sudah rampung dikerjakan. Nehemia sudah menyelesaikan komitmennya. Tugasnya sudah terlaksana. Tapi Nehemia tidak berhenti sampai pada menyelesaikan pembangunan tembok. Keamanan dan keselamatan kaum Yehuda penduduk Yerusalem adalah yang terutama. Nehemia memastikan langkah-langkah selanjutnya untuk memberi perlindungan bagi warganya. Nehemia adalah tipe pemimpin bertanggung jawab yang melakukan lebih dari tugas yang dibebankan kepadanya.

 

*6 tanda Nehemia pemimpin bertanggung jawab:*

 

1. *Nehemia mengerjakan lebih dari yang diharapkan.*

 

Nehemia tidak berhenti dengan menyelesaikan program. Dia memastikan programnya bisa berkelanjutan. Program pembangunan tembok Yerusalem sudah selesai. Tapi perlindungan terhadap penduduk kota harus berkelanjutan. Dia berupaya agar penduduk kota Yerusalem “memperoleh lebih”. Bukan hanya tembok kota tapi perlindungan terus menerus.

Nehemia memberikan jaminan “after sales”, layanan purna jual.

 

Pemimpin yang bertanggung jawab memikirkan tindak lanjut dari program pekerjaan yang telah diselesaikannya.

 

2. *Nehemia mengkader pemimpin baru dengan pendelegasian tugas*

 

Pemimpin yang bertanggung jawab terampil mempersiapkan kader-kader pemimpin baru. Nehemia tidak mempertahankan tampuk kepemimpinan untuk dipegang terus olehnya seumur hidup. Dia mempersiapkan pemimpin baru. Proses pengkaderan pemimpin berjalan.

 

Kaderisasi pemimpin dilakukan dengan pendelegasian tugas. Pengawasan atas kota Yerusalem dipercayakan kepada Hanani dan Hananya.

 

Ada dua hal utama yang menjadi kriteria pendelegasian Nehemia, dapat dipercaya dan takut akan Allah. Sifat dapat dipercaya berhubungan dengan ” Capacity dan Capability”, kapasitas dan kemampuan. Nehemia mencari orang yang kapasitas kepemimpinannya teruji dan kapabel, cakap menjalankan tugas.

Takut akan Allah berhubungan dengan integritas dan karakter.

 

Dasar kepemimpinan adalah pada “Character, Capacity dan Capability”. Orang yang takut akan Tuhan akan memiliki karakter ilahi dengan integritas tinggi. Jika itu dilengkapi dengan kapasitas dan kapabilitas, lengkaplah kriteria figur ideal yang siap mendapat pendelegasian tugas kepemimpinan.

 

3. *Nehemia memperhatikan ketidakseimbangan dan persoalan yang masih tersisa di Yerusalem.*

 

Nehemia 7:4-5  “Adapun kota itu luas dan besar, tetapi penduduknya sedikit dan rumah-rumah belum dibangun.”

 

Nehemia memperhatikan ketimpangan yang terjadi di Yerusalem. Tembok kotanya sudah selesai dibangun tapi penduduknya sedikit dan rumah-rumahnya pun belum dibangun.

 

Nehemia mencari solusi atas persoalan itu. Kota Yerusalem harus dipenuhi dengan penduduk dan rumah-rumah harus dibangun.

 

4. *Nehemia tetap bergantung pada Tuhan sebagai sumber hikmat menyelesaikan persoalan.*

 

Nehemia 7:5 “Maka Allahku memberikan dalam hatiku rencana untuk mengumpulkan para pemuka, para penguasa dan rakyat, supaya mereka dicatat dalam silsilah. Lalu kudapati daftar silsilah orang-orang yang lebih dahulu berangkat pulang. Dalam daftar itu kudapati tertulis:

 

Nehemia selalu bergantung pada Tuhan dalam kepemimpinannya. Komunikasi dan hubungan pribadinya dengan Tuhan terjaga. Itulah sebabnya Tuhan memberikan hikmat kepadanya bagaimana cara menyelesaikan persoalan berhubungan dengan kekurangan penduduk dan belum terbangunnya rumah-rumah di Yerusalem.

 

5. *Nehemia bertanggung jawab dengan detail administrasi.*

 

Nehemia 7:6-7 “Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.”

“Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan, Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:”

 

Nehemia mencatat setiap keluarga yang kembali dari pembuangan ke Yerusalem. Dia mengkoordinasikan setiap keluarga sesuai nama masing-masing. Semua dicatat, semua dilibatkan.

 

Nehemia tipe pemimpin yang “otak kanan” dan “otak kiri”-nya kuat. Otak kanan berpikir tentang visi, gagasan, “big picture” (gambar besar). Sedangkan otak kiri berfokus pada detail, analisis, rincian dan ketelitian pada hal-hal teknis. Nehemia bertanggung jawab bukan hanya pada visi dan impian-impian besar, tapi juga pada detail teknis seperti administrasi dan pegumpulan data.

 

6. *Nehemia bertanggung jawab dalam penggalangan keuangan*

 

Nehemia 7:70-71   “Sebagian dari kepala kaum keluarga memberi sumbangan untuk pekerjaan itu, sedang kepala daerah memberi sumbangan untuk perbendaharaan seribu dirham emas, lima puluh buah bokor penyiraman, dan lima ratus tiga puluh helai kemeja imam.”

“Pula beberapa kepala kaum keluarga memberi sumbangan untuk perbendaharaan pekerjaan itu dua puluh ribu dirham emas dan dua ribu dua ratus mina perak.”

 

Tanggung jawab Nehemia bukan hanya menyelesaikan pembangunan tembok. Tapi juga dia memastikan ada persediaan keuangan yang cukup untuk menyempurnakan pekerjaan itu.

 

Nehemia melakukakan penggalangan dana dengan memobilisasi para pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat untuk menyumbang. Nehemia dapat melakukan ini karena dia sendiri telah banyak berkorban secara keuangan dan terbukti bertanggung jawab dalam pengelolaan dana.

 

Pemimpin bertanggung jawab bukan hanya dalan pengelolaan keuangan tapi juga dalam kemampuan untuk menggalang dukungan dana.

 

Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi pemimpin-pemimpin ideal yang bertanggung jawab seperti Nehemia.

 

24 Juli 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here