Tuhan Menyertai Orang Yang Setia, Tulus, Lurus dan Suci Hatinya

0
29

Oleh: Christian T

 

Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 19:1-11

 

 

 

Syallom, sahabat-sahabat yang terkasih dalam Kristus Yesus,

 

Tulus atau lurus hati lawannya adalah bengkok atau hati yang bercabang. Orang yang hatinya tidak tulus atau lurus dapat disamakan dengan orang fasik. Apakah itu oramg fasik ? Orang fasik adalah orang tidak percaya TUHAN,  melanggar perintah NYA atau berdosa.

 

Buku Mazmur dimulai dengan perkataan :

” Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. ( Maz 1:1-6 )

 

Amsal 14:32 (TB)  Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.

 

” Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi ” ( Yos 1:7 )

 

Yesus berkata : ” Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah “. ( Mat 5:8 )

 

Sahabat yang terkasih dalam Yesus,

Demikianlah Yosafat dengan tulus hati menerima teguran TUHAN karena bersekutu dengan Ahab, raja Israel yang dianggap orang fasik untuk berperang ( 1-4 ).

Baca juga  Jadilah Teladan Bagi Orang Lain

Dan setelah itu Yosafat melakukan blusukan ke daerah-daerah dan mengangkat hakim di kubu-kubu pertahanan Yehuda sambil berpesan berpesan kepada para hakim kerajaan, hakim urusan keagamaan, dan kepada para orang Lewi yang mengurus peribadatan dari permulaan dan penutup pidatonya agar mereka melakukan tugas mereka dengan setia dan hati yang tulus. Mereka jangan bertindak curang dan menerima suap. Mereka harus memutuskan perkara dengan adil dan benar. Karena sesungguhnya bukanlah untuk manusia mereka memutuskan hukum, melainkan untuk TUHAN. ( 5- 11 )

 

Sahabat  terkasih,

Dalam mengikut TUHAN dan melakukan tugas baik dalam bidang rohani maupun bidang pemerintahan, peradilan, politisi, profesional, usaha dan bidang pekerjaan lainnya yang bersifat sekuler sesungguhnya adalah pekerjaan TUHAN yang dipercayakan kepada kita.  Tugas itu adalah amanah dari TUHAN yang harus bertanggungjawab kepada TUHAN Sang Pemberi Amanah, bertanggungjawab kepada dan untuk kemaslahatan atau kemanfaatan manusia yang dipimpinnya dan dilayaninya.

 

Sobat,

Dari kisah Yosafat ini dan juga nasihat firman TUHAN  kita mendapatkan pelajaran bagi yang setia, tulus atau lurus hati baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas :

 

1. Hidup ini adalah anugerah TUHAN dan mendapatkan kepercayaan untuk menjadi mitra kerja bersama dengan NYA dalam karya keselamatan dan kesejahteraan umat manusia.

 

2. Oleh sebab itu berlakulah setia dan tulus hati dalam menjalan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakannya itu dengan takut dan taat kepada TUHAN dan perintah-NYA.

 

3. Jangan bergaul dengan orang fasik, karena hal itu ditentang TUHAN yang akan mendatangakan keburukan. Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.( 1 Kor 15:33 ).

 

4. Maka orang yang setia, tulus, lurus atau suci hati yang tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dan yang merenungkan firman -NYA siang dan malam, serta tidak bergaul dengan orang fasik atau orang jahat, maka  TUHAN akan menyertainya dan akan melihat TUHAN, sehingga apa yang diperbuatnya akan berhasil dan beruntung.

Baca juga  JANGANLAH TAKUT.;SEBAB AKU TELAH MENEBUS ENGKAU, AKU TELAH MEMANGGIL ENGKAU DENGAN NAMAMU, ENGKAU INI KEPUNYAANKU (Yesaya 43: 1b)

 

” Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang “. ( Kol 3:22-25 )

 

Tuhan Yesus memberkati

 

Salam dan doa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here