Kunci Keberhasilan

0
16

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

 

Firman Tuhan dari 2 Tawarikh 14:2-15

 

Asa memulai pemerintahannya dengan baik, namun ia mengahirinya dengan kurang baik (bd. 2Taw. 16:1-14). Kita bisa memetik pelajaran dari keberhasilan maupun kegagalannya.

 

Pada nats FT hari ini, 2 Tawarikh 14:2-15, kita dapat belajar dari keberhasilan Asa. Ia berhasil membawa rakyatnya untuk hidup aman sentosa serta berhasil mengalahkan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar. Apa kunci keberhasilannya?  Kunci keberhasilannya ada pada Allah, yaitu Asa mengarahkan hati pada-Nya dan bersandar pada-Nya.

 

Asa memulai pemerintahannya dengan mengarahkan hati kepada Allah. Hati yang tertuju pada-Nya tersebut tampak jelas melalui perbuatan-perbuatannya. Pertama, ia melakukan apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahnya (ay.2). Kedua, ia memerintahkan orang Yehuda supaya mencari Tuhan dan mematuhi perintah-Nya (ay.4). Ketiga, Ia menjauhkan umat dari kepercayaan asing dan penyembahan berhala (ay. 3, 5).

 

Kerajaan Yehuda aman di bawah pemerintahan Asa (ay. 5b), karena Tuhan mengaruniakan keamanan kepadanya (ay. 6b). Di saat negeri itu aman dan tidak ada yang menyerang, raja Asa dapat melakukan pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya (ay. 6a).

 

Asa bersandar pada Tuhan di dalam menghadapi tantangan. Sesudah mengecap tahun-tahun yang aman, mereka mendapat serangan dari pihak musuh. Zerah, orang Etiopia itu, datang memerangi mereka dengan tentera sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta (ay. 9). Tentera musuh jumlahnya jauh lebih besar dari pasukan-pasukan Asa yang jumlahnya hanya 580 ribu orang (ay. 8). Kemudian Asa berseru kepada Tuhan dan memohon pertolongan Tuhan untuk menghadapi tentara musuh yang datang menyerang (ay. 11). Dengan bersandar kepada Tuhan ia berperang melawan musuh-musuhnya. Tuhan berperang bagi Asa dan pasukannya, serta mengaruniakan kemenangan demi kemenangan kepada mereka (ay. 12-15).

 

Asa mengarahkan hati kepada Tuhan dan bersandar kepada-Nya sehingga ia mengalami keberhasilan di dalam pemerintahan maupun peperangan. Kunci keberhasilan Asa ada pada Allah, karena Dialah yang mengaruniakan keamanan dan kemenangan. Tapi sayang, hal ini kemudian dilupakan Asa (2Taw. 16:7,12), sehingga ia mengalami kegagalan di akhir hidupnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here