Terpilih Sebagai Ketua Dan Sekretaris DPD PIKI DKI Jakarta (2017-2022), Ivanho Semen dan Sandi Situngkir Siap Merevitalisasi PIKI Sebagai Think-Tank Gereja Dan Bangsa

0
41

?

 

Oleh: Hotben Lingga

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

‘Suksesi kepengurusan atau kepemimpinan sebuah organisasi merupakan bagian yang sangat erat dengan kehidupan organisasi tersebut. Sama halnya dengan PIKI Daerah DKI Jakarta. Yang pada hari ini melaksanakan serimoni pergantian pengurus atau labih tepat pelantikan Dewan Pimpinan Daerah PIKI DKI Jakarta.

 

PIKI DKI Jakarta merupakan struktur tengah dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) sebagai sebuah Ormas Tingkat Nasional yang telah ada di Indonesia sejak 19 Desember 1963 dan hingga saat ini telah memiliki DPD dan DPC di seluruh Indonesia. PIKI hadir sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, untuk menjaga Pancasila dan UUD 1945, serta menyumbangkan darma bhaktinya bagi kemajuan Bangsa Indonesia.

 

Dinamika Jakarta sebagai kota metropolitan mengalami perluasan makna menjadi Daerah Khusus Ibukota Jakarta/ Provinsi DKI Jakarta, yakni provinsi yang mempunyai kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah karena kedudukannya sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Provinsi DKI Jakarta menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD NRI Tahun 1945.

 

Karena itu kehadiran dan eksistensi PIKI DKI Jakarta merupakan sebuah keharusan, sebuah kewajiban sejarah, bukan sekedar sebuah kebajikan sosio-kultur. Kedudukan DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan negara yang dilegitimasi sebagai sebuah daerah khusus, berdasarakan UU RI Nomor 29 Tahun 2007, mengamanatkan kepada PIKI juga untuk hadir dan menjadi bagian dari prosesi sejarah ibukota negara,”demikian disampaikan Ketua DPD PIKI DKI Jakarta, Ivanhoe Semen, dalam Pelantikan Pengurus baru DPD PIKI Periode 2017-2022, di Hotel Golden Boutique, Jakarta (5/5/17).

 

Ungkap Ivanho lebih lanjut,’Pergantian kepemimpinan PIKI DKI Jakarta ini, melalui sebuah Musyawarah Daerah PIKI DKI Jakarta, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2017 di Gedung LAI Jakarta, telah memandatkan kepada kami DPD PIKI DKI Jakarta masa bakti 2017-2022 (Ketua: Ivanho Semen, dan Sekretaris: Sandy Situngkir) untuk melaksakan tugas kepemimpinan organisasi PIKI di DKI Jakarta.

 

Keberadaan inteligensia kristiani di Jakarta, sangat dipengaruhi oleh dinamika lingkungan strategis Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan birokrasi, pusat kebijakan politik dan informasi publik, pusat bisnis dan akuisisi teknologi, serta pusat perhatian dunia sebagai gerbang diplomasi internasional.

Baca juga  Dari Diskusi "Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) tentang Desentralisasi dan Otonomi Daerah

 

Sebaliknya, peran profetis yang berbasis profesionalisme dari inteligensia kristiani sangat diharapkan nyata pada setiap lingkup kehidupan masyarakat, khususnya di Jakarta.

 

Karena itu, mengawali proses suksesi kepemimpinan daerah PIKI di DKI Jakarta, maka perlu menggali dan mengenali problematika daerah khusus ibukota dalam sebuah pendekatan studi eksploratif yang dilaksanakan dalam bentuk Dialog Tematik Produktivitas.

 

Sebuah studi tematik/ dialog produktivitas dimaksud telah diadakan pada tanggal 3 Mei 2017, mendahului Musyawarah Daerah PIKI DKI Jakata, dengn topik “Transportasi Massal, dalam Perspektif Psikodemografik DKI Jakarta dan Dampaknya bagi Peningkatan Produktivitas Warga Jakarta”.”

 

Tegas Ivanho,”Pemilihan topik transportasi ini merupakan sebuah refleksi terhadap problematika kota metropolitan Jakarta, khususnya terkait aspek produktivitas warga Jakarta, yang selama ini menghabiskan banyak waktu di jalan.

Dialog Tematik Produktivitas ini ini dilaksanakan dengan maksud :

1. Mengkaji masalah transportasi di wilayah DKI Jakarta sebagai indikator produktivitas.

2. Menjadi forum dialog inteligensia kristen dengan gereja dan para pemangku kepentingan/ stakeholder di bidang transportasi.

serta bertujuan :

3. Mempersiapkan inteligensia kristiani memasuki MUSDA DKI Jakarta 2017.

4. Membekali warga gereja dengan pengetahuan tentang kebijakan publik dan dampaknya kepada produktivitas kehidupan jemaat.

5. Memberikan kontribusi/ rekomendasi kepada pemerintah, berkaitan implementasi sistem transportasi multimoda dan transportasi massal.

 

“Memasuki periode kepemimpinan PIKI DKI Jakarta 2017-2022 ini, banyak tantangan dan fenomena harus direspon oleh PIKI DKI Jakarta, terutama untuk sejumlah dinamika yang terjadi di ibukota akhir-akhir ini.

 

Fenomena Politik Identitas yang mencuat sangat ekstrim dalam kemasan komunikasi publik yang rapih via media sosial maupun media digital modern telah memberikan sinyal yang signifikan, bahwa pemerintah dan kita semua tidak boleh diam seribu bahasa menanggapi tema tema aneksasi kogninitif yang berupaya memecah belah NKRI.

Kemajemukan bangsa yang selama ini menjadi “pakaian nasional” kita bersama mulai ternodai oleh noktah-noktah hitam radikalisme dan fundamentalisme yang sempit dan tersalut kapitalisme. Penetrasi gagasan-gagasan negasi terhadap sendi-sendi ketatanegaraan mulai memasuki ruang parlemen dan mencederai kehidupan demokrasi Indonesia.

 

Pancasila sebagai dasar dari segala norma kehidupan kenegaraan mulai diganggu secara langsung maupun tidak langsung melalui pemaksaan pembentukan produk hukum yang tidak nasionalis. Kehadiran Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai benteng terakhir konstitusional mulai dicoba-coba untuk melegitimasi pemaksaan kehendak kelompok masyarakat tertentu.

Baca juga  Indonesia Semakin Gawat Darurat Peredaran Narkoba, GMDM Intensifkan Pelatihan TOT Tentang Peredaran Narkoba

 

Problematika kedaulatan hukum dan demokrasi mulai digunakan sebagai celah/ “black hole” untuk memaksakan kehendak dan dominasi satu kelompok masyarakat terhadap kelompok yang lain.

 

Stigma mayoritas-minoritas masih menjadi sarana pemaksaan kehendak dalam regulasi yang yang universal, dan bahkan mulai dilembagakan secara steriotip mulai dari ruang pendidikan dasar oleh oknum tertentu.”pungkasnya dengan penuh antusias.

 

 

Jelas Ivanho lagi,”Tugas besar yang akan dihadapi DKI Jakarta adalah Pilpres dan Pileg Bersama 2019. Eskalasi dinamika ke arah kontestasi tersebut sudah mulai dirasakan bahkan semenjak Pilkada 9 Desember 2015 dan juga sangat terasa pada Pilkada 22 Pebruari 2017. Masih ada satu lagi seri Pilkada pada tahun 2018 nanti yang telah meminta keseriusan banyak pihak, terutama mereka yang akan berkontestasi pada hajatan tersebut.

 

PIKI sebagai komunitas intelektual yang disapa inteligensia hendaknya tetap pada Paradigma KOMPETENSI-PROFESI-LEGITIMASI. Bahwa PIKI sebagai rumah bersama yang penuh dengan inspirasi, harus tampil dan meyuarakan aspirasi positif, menjadi catudaya politik kenegaraan bagi warga gereja dan pada gilirannya nanti masyarakat lingkungan di sekitarnya, terutama di wilayah DKI Jakarta.

 

Partisipasi dan kepeloporan kehidupan kenegaraan yang sehat hendaknya senantiasa dipandu oleh PIKI DKI Jakarta.

Paradigma Kompetensi-Profesi-Legitimasi merupakan pola sikap dan gerak langkah Inteligensia Kristiani di DKI Jakarta.

 

Di sisi lain, kita juga patut sadari bahwa masyakarat juga telah berfokus dan bahkan sebagian telah bekerja keras pada paradigma KOMPETISI-KONTESTASI-LEGITIMASI. Pola sikap dan tindakan yang telah menempatkan masyarakat pada gerak langkah yang sangat pragmatis. Merespon setiap dinamika suksesi dengan cara-cara yang tidak elegan, menghalalkan segala cara, termasuk “Money-Politics”, “Identity-Politics”, dan bahkan kekerasan aneksasi kognitif dan intimidasi fisik.

 

Sebuah keprihatian bersama saat ini, bahwa RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu 2019, masih tertatih-tatih dalam pembahsan di DPR RI, karena begitu kerasnya dinamika perjuangan kepentingan politik di sana.

 

Karena itu, DPD PIKI Jakarta berharap dapat mengembangkan komunikasi yang sejuk dengan semua pemangku kepentingan dalam menyongsong suksesi kepemimpinan nasional 2019 nanti.

 

Masih banyak yang harus kita hadapi baik dalam problematika DKI Jakarta maupun pada skala nasional. Karena itu, DPD PIKI DKI Jakarta akan sesegera mungkin menyusun program kerja dan agenda kegiatan organisasi setelah pelantikan kepengurusan ini.

 

Di sisi lain PIKI DKI Jakarta juga akan senantiasa berkordinasi dengan DPP PIKI maupun jajaran organisasi di tinggat regional maupun cabang-cabang PIKI se Indonesia, demi mengembangkan program yang mendukung pembangunan nasional.

Baca juga  Pernyataan Komnas Perempuan tentang "34 Tahun Ratifikasi Konvensi CEDAW di Indonesia: Kurang Optimalnya Implementasi CEDAW dalam Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

 

Salah satu bidang yang akan mendapatkan perhatian serius dari DPD PIKI DKI Jakarta adalah Pendidikan dan Sumber Daya Manusia. Rekutmen kader dan rantai kepeloporan dari lembaga keumatan akan kami perkuat. Perlu dikembangkan ring komunikasi yang handal lintas lembaga keumatan, baik kristiani maupun dengan sahabat-sahabat yang lain dari komunitas non-kristiani.

 

Isu penjajahan media untuk kepentingan politik praktis harus direspon oleh pemerintah secara tegas, baik sebagai regulator maupun sebagai penyelengaran pemerintahan di bidang tersebut. Karena itu PIKI DKI Jakarta akan berupaya memberikan pemikiran dan gagasan-gagasan yang konstruktif kepada para pemangku kepentingan tersebut.

 

Sebagai bagian dari masyarakat Ibukota Jakarta, kami juga menyampaikan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta hasil Pilkada 2017, Bapak Anies Baswedan dan Bapak Sandiaga Uno. PIKI DKI Jakarta siap dan siaga menjadi counter-part dalam mengkritisi problematika DKI Jakarta.

 

Sementara itu, Sandi Situngkir,S.H., Sekretaris DPD DKI Jakarta yang baru, mengatakan,”idealnya Persatuan Intelejensia Kristen lebih fokus memproduksi kajian-kajian strategis dalam bentuk seminar, kajian dan lain-lain, karena PIKI bukanlah Ormas yang menekankan jumlah massa, PIKI harus banyak menghasilkan produk produk kajian yang bermanfaat bagi masyarakat. PIKI harus mampu mengajak Gereja berpartisipasi aktif dalam kegiatan kegiatan yang diselenggarakan PIKI. Dalam upaya merekatkan Kebhinekaan DPD PIKI DKI Jakarta harus aktif mengkampanyekan Kebhinekaan yang mulai terkoyak akibat isu SARA yang marak dipergunakan pada Pemilukada DKI Jakarta yang baru selesai beberapa waktu yang lalu, kampanye harus intensif diselenggarakan dengan melibatkan masyarakat lintas gereja dan masyarakat lintas agama,”

 

Acara pelantikan Pengurus baru DPD PIKI DKI Jakarta terse but dihadiri oleh sekitar 250 peserta.  Turut memberikan kata sambutan adalah Ketua Umum DPP PIKI Baktinendra Prawiro, M.SI., M.H., Sesepuh PIKI Hashim Djojohadikusumo, Audy Wuisang, Badikenita Putri Sitepu, Merdy Rumintjap, Djalan Sihombing, serta pengurus DPP dan DPD PIKI yang lain.

 

Dalam acara tersebut dilantik pula Para Ketua, Sekretaris, Bendahara dari DPC Jakarta Utara, DPC Jakarta Timur, DPC Jakarta Pusat, DPC Jakarta Barat dan DPC Jakarta Selatan.

 

Bertindak sebagai MC adalah Diva Alpha Omega.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here