ISLA-UNHAS Selenggarakan Rakernas dan “Dialog Pembangunan Maritim”: Implementasi dan Pencapaian Program Maritim Pemerintahan Jokowi-JK Baru 30%, Perlu Didukung Penuh Secara Lintas Sektoral dan Internasional”

0
68

 

 

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Oleh: Hotben Lingga

 

 

Bertempat di gedung PKK Melati Jaya, Ragunan, Jakarta Selatan, Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UNHAS) Makassar mengadakan rapat kerja nasional (rakernas) yang berlangsung selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (26–27/02/17) sekaligus mengadakan diskusi “Dialog Pembangunan Maritim” dengan tema  “Membangun Sumberdaya Manusia Yang Profesional Dan Terdepan Sebagai Poros Pembangunan Kelautan Nasional”.

 

Rapat kerja nasional dan dialog pembangunan maritim ISLA Unhas ini dibuka lewat kata sambutan Ketua Umum ISLA-Unhas Darwis Ismail, S.T., M.A., dan Ketua IKA-Unhas Jabodetabek Ir. Abdul Razak Wawo, dan  Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan Perikanan diwakili oleh Ir. Ishartini (Biro Perencanaan KKP).

 

Dalam pelaksanaannya diskusi terbagi atas 2 sesi, dimana sesi pertama yang membahas tentang “Peran SDM Kelautan” dan sesi kedua membahas “Kebijakan Pembangunan Nasional”, sedangkan yang menjadi narasumber dalam dialog pembangunan maritim antara lain: — Hotmatua Daulay (Direktur Pembangunan dan Teknologi Industri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

– Mulyadi Alimuddin, S.T., M.Si (Pakar Kelautan),

– Dr.Ir. Safri Burhanuddin, D.E.A (Deputi Bidang Keorganisasian SDM, Iptek, dan Budaya Maritim)

– Dr. Muh. Ilyas, S.T., M.Sc., (Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)

 

Dalam sambutannya Ketua Umum ISLA (Ikatan Sarjana Kelautan) Unhas, Darwis Ismail mengatakan bahwa 16 tahun keberadaan ISLA-Unhas telah memberikan sumbangsih kepada program pembangunan pemerintah khususnya program pembangunan maritim.

 

“Keberadaan ISLA-Unhas sangat mendukung kebijakan pemerintah, khususnya pemerintah Jokowi-Jk untuk membangun Indonesia di bidang kelautan, khususnya menunjang Indonesia menjadi poros maritim dunia, disamping melihat potensi maritim terutama pembangunan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar,” terang Darwis.

Baca juga  EPHORUS HKBP PDT. DR. DARWIN LUMBANTOBING RESMIKAN GEDUNG PERKULIAHAN SEKOLAH TINGGI BIBELVROUW (STB) HKBP

 

Sedangkan Ketua IKA-Unhas Jabodatebek menekankan pentingnya lulusan atau Sarjana Kelautan Unhas untuk ikut serta membantu dan menyokong program pembangunan pemerintahan Jokowi-Jk yaitu Nawacita dan Trisakti.

 

“Saya menghimbau kepada lulusan atau sarjana kelautan Universitas Hasanuddin untuk tidak lagi sekedar berwacana, atau berdialog, melainkan segera take action ikut serta terlibat dalam program pembangunan bidang kelautan yang potensinya luar biasa besar dikarenakan 2/3 wilayah NKRI adalah laut, oleh sebab itu potensi kelautan ini harus segera dieksploitasi dan didayagunakan dimana sarjana Unhas ikut serta disana,” terang Razak Wawo.

 

“Mari semua lulusan atau sarjana Kelautan Unhas untuk perhatikan potensi maritim yang luar biasa ini, semua potensi harus digali, dimana lulusan atau sarjana kelautan dari Unhas itu sendiri tidak lagi sekedar mendapatkan pekerjaan yang hanya duduk-duduk dikantor melainkan terjunlah ke bawah, lihat semua potensi masalah yang ada, ambil, analisa, dan selesaikan walaupun di lain pihak rekruitmen pegawai negeri sipil buat sarjana kelautan belum dimaksimalkan sehingga sebagian besar masih bekerja di luar bidangnya, ini kan sangat disayangkan,” imbuh Razak. Seminar tersebut juga diikuti oleh rombongan mahasiswa dari STP (Sekolah Tinggi Perikanan) Pasar Minggu Jakarta dan dua ratusan peserta Rakernas ISLA Unhas dari perwakilan diseluruh Indonesia yang tampak menyimak sampai akhir acara.

 

Darwis Ismail, S T.,M.A., Ketua Umum ISLA-UNHAS

 

Secara terpisah,dalam wawancara dengan pers, Ketua Umum ISLA-UNHAS, Darwis Ismail, S.T., M.A., menyatakan, “Program Pembangunan Poros Maritim pemerintahan Jokowi-JK baru terealisasi sekitar 30%. Selama dua tahun ini Pemerintahan Jokowi-JK telah meletakkan landasan visioner dan paradigma yang strategis-integratif serta mempersiapkan infrastruktur-infrastruktur yang bisa menghasilkan terobosan-terobosan besar. Progam Pembangunan Indonesia Sebagai Poros Maritim dunia ini harus didukung semua pihak secara lintas sektoral dan internasional. Masa depan Indonesia juga sangat bergantung pada keberhasilan program pembangunan kelautan/maritim. ISLA-UNHAS dalam rakernas ini akan menyusun pokok-pokok pikiran, blue-print pembangunan poros maritim dan memberikan sumbangsih pemikiran strategis bagi Pemerintah agar realisasi program pembangunan Poros Maritim bisa terakselerasi dan terimplementasi secara progesif dan integratif.”

Baca juga  FGD FKKJ: Tanpa Pancasila Tidak Ada Indonesia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here