Siaran Pers PGI: Satu Dunia Sebagai Rumah Bersama

0
39

 

 

Siaran Pers

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)

Jakarta, 24 Septermber 2015

 

Doa Untuk Dunia:

Satu Dunia Sebagai Rumah Bersama

 

PGI mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Adha bagi segenap umat muslim yang merayakannya hari ini.

 

Menjelang Sidang Umum PBB yang akan berlangsung tanggal 25 September 2015 di New York, Amerika Serikat, para pimpinan agama diberbagai belahan dunia bersama dengan berbagai elemen komunitas masyarakat berdoa bersama untuk mendorong para pemimpin negara yang akan bersidang agar memberikan perhatian serius dan mengambil tindakan bersama untuk masa depan bumi dan kemanusiaan.

 

Dalam tekad bersama untuk kemanusiaan dan Bumi yang satu & rumah bersama yang lebih

baik, melalui gerakan “OurVoice.net. Bringing Faith to the Climate Talks”, secara global, di seluruh dunia, dilakukan DOA BERSAMA dibawah tema “UNDER ONE SKY WE WILL LIGHT THE WAY ON CLIMATE CHANGE” pada malam 24 September 2015. Ribuan orang dari berbagai tempat di seluruh dunia, tanpa memandang latar belakang agama, etnis dan bangsa, akan berdoa bersama Paus Fransiskus untuk mendesak para pemimpin dunia agar mengambil tindakan bersama bagi masa depan dunia yang lebih baik.

 

Ada 4 fokus persoalan yang disoroti, yaitu:

 

1. Kerusakan alam telah mencapai titik kritis. Perubahan iklim makin ekstrim dewasa ini. Di seluruh belahan dunia, iklim sudah hampir tidak bisa diramalkan lagi. Bencana alam timbul di mana-mana. Dampak dari perubahan iklim telah dirasakan oleh negara-negara, komunitas dan ekosistem dengan ketahanan yang rendah. Resiko yang terkait dengan perubahan iklim telah terjadi di beberapa sistem dan sektor penting yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia, termasuk sumber daya air, ketahanan pangan dan kesehatan yang juga berdampak pada kemiskinan. Pada komunitas dengan ketahanan paling rendah, pengaruh perubahan iklim langsung berhadapan dengan kelangsungan hidup manusia. Dampak kehancuran, kenaikan temperatur dan kenaikan permukaan air laut akan memperparah dan berdampak pada kehidupan. Karena itu, kami meminta para pemimpin bangsa dalam Sidang Umum PBB agar memperhatikan dengan serius sekaligus mencari pemecahan bersama untuk kerusakan bumi yang semakin parah bahkan mencapai ambang kritis.

Baca juga  Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Yeremia Jakarta Menyatukan Warga Manado dan Wilayah Lain di Indonesia

 

2. Sistem ekonomi yang berangkat dari etos keserakahan terbukti telah menciptakan kemiskinan global. Kemiskinan adalah masalah kemanusiaan. Kemiskinan memiliki kekuatan yang bisa merendahkan martabat manusia, menyebabkan penderitaan yang tidak bisa ditolerir dan sering menjadi sumber keterasingan, kemarahan bahkan kebencian dan sumber perlawanan. Kemiskinan dapat memproduksi tindakan permusuhan dengan mencari pembenaran di dalam pendasaran agama, kemiskinan mengancam perdamaian dan keamanan. Karena itu, kami meminta para pemimpin bangsa dalam Sidang Umum PBB agar:  memperhatikan dengan serius sekaligus mencari pemecahan bersama untuk sebuah alternatif terhadap sebuah sistem ekonomi yang lebih seimbang antar bangsa dan menghargai kemanusiaan.

 

3. Gelombang pengungsian besar-besaran akibat perang mengakibatkan penderitaan dan hilangnya harapan bagi korban. Pengungsi Suriah dan banyak lagi dari berbagai Negara yang dilanda konflik dan perang adalah korban. Mereka harus melarikan diri dari kampung halaman mereka karena tidak ada masa depan di tanah mereka. Karenanya, mereka mencoba menemukan harapan baru di negara lain. Masalah pengungsi adalah masalah kemanusiaan, bukan tentang agama atau etnis. Para pemimpin Uni Eropa harus menyambut mereka dan memperlakukan mereka sebagai manusia. Begitu juga negara-negara Arab agar menaruh perhatian lebih untuk membuat perdamaian di Jazirah Arab. Jangan diam melihat tetangga yang menderita.

 

4. Untuk menjamin sebuah suasana damai yang sejati dibutuhkan sikap penghargaan akan kesetaraan. Ketaksetaraan adalah masalah serius bagi kita. Bukan hanya di negara-negara berkembang, melainkan juga di negara maju. Dengan adanya kesetaraan, maka warga dunia bisa menerima dan menyambut sesamanya. Tanpa kesetaraan maka tidak ada perdamaian yang sejati di dalam satu dunia sebagai rumah bersama bagi semua. Kami meminta, para pemimpin bangsa dalam Sidang Umum PBB agar memperhatikan dengan serius persoalan-persoalan diskriminasi dalam berbagai bentuk yang menimbulkan pembedaan sikap dan perlakuan terhadap umat manusia.

Baca juga  El Shaddai Ministry Sukses Menggelar “Blue Fire Praise Concert” di Jakarta

 

Dalam rangka komitmen, solidaritas dan kepedulian terhadap semua persoalan di atas, pada hari ini, PGI bersama-sama dengan semua organisasi dan komunitas agama melakukan Doa Bersama. Kami mendoakan persoalan-persoalan yang terjadi di dunia, seperti: kerusakan lingkungan yang makin akut, persoalan kemiskinan dan ketidakadilan, gelombang pengungsi yang makin banyak, dan kesetaraan. Kami berdoa agar kiranya ada solusi bersama terhadap persoalan-persoalan tersebut oleh PBB agar dunia ini bisa menjadi rumah bersama bagi semua umat manusia. Kami berdoa semua bangsa-bangsa di dunia berkomitmen menjadikan dunia yang satu ini sebagai rumah bersama yang nyaman dan aman bagi umat manusia dan semua mahluk. Amin.

 

Jeirry Sumampow

Kepala Humas PGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here